Minggu, 20 Mei 2012

Tumbuh Kembang Anak


Oleh :
Dr. H. Charles Siregar, Sp.A
Dokter spesialis anak RSUD Aekkanopan Labura

ANAK adalah karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Pada dirinya melekat harkat dan martabat manusia, karena itu selayaknya anak mendapat kesempatan untuk meperoleh hak tumbuh kembang sesuai dengan potensi dirinya. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa. Hak asasi anak dilindungi di dalam Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 

Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, yang dimaksud dengan anak adalah seseorang yang belum berumur 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Karenanya dapatlah dimengerti bahwa anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil, melainkan manusia yang oleh karena kondisinya belum mencapai taraf pertumbuhan dan perkembangan yang matang, maka segala sesuatunya berbeda dengan orang dewasa pada umumnya.
Tapi apakah masyarakat dalam hal ini para orangtua paham apa yang dimaksud dengan tumbuh kembang anak dan sudahkah para orangtua memberi sarana yang sesuai bagi mendukung tumbuh kembang yang optimal. Jawabnya bisa beragam, ada yang tau ada yang tidak, malah ada yang tidak peduli. Biasanya para orangtua terutama ibu ibu muda lebih memilih pengalaman  dari orangtuanya atau orang sekitarnya. Sehingga tidak jarang ditemukan anak yang menjadi korban, akibat minimnya pengetahuan kita mengenai tumbuh kembang anak. Untuk bisa merawat dan membesarkan anak secara maksimal tentu kita perlu mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan anak itu sendiri, yang pada gilirannya akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kita dalam merawat dan membesarkan anak anak kita.

Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua. Periode  penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa  balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa balita  ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Pada masa periode kritis ini, diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensinya berkembang. Perkembangan anak akan optimal  bila interaksi diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan sejak bayi masih dalam kandungan.

Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling  berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, atau ukuran, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuran panjang (cm, meter), sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuh sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.

Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungannya. Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu: Faktor genetik, hal ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya.
Selanjutnya faktor lingkungan, yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan  sampai dewasa. Lingkungan yang baik  akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembangnya.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang

Secara umum dibagi menjadi tigsa kebutuhan dasar yaitu: pertama kebutuhan fisik-biomedis (”ASUH”) Meliputi: pangan/gizi, perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI, penimbangan yang teratur, pengobatan, pemukiman yang layak, kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan, pakaian, rekreasi, kesegaran jasmani. Kedua kebutuhan emosi/kasih sayang (”ASIH”), dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial. Ketiga kebutuhan akan stimulasi mental (”ASAH”), stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya. Anak yang mendapat ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya.

Tumbuh Kembang Anak Sehat

Pertumbuhan fisik anak saat usia-usia awal perlu dimonitor, kurang optimalnya pertumbuhan menandakan ada sesuatu pada diri anak. Tumbuh kembang anak pada aspek fisik mencakup Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Kepala, dan Tonus Otot. Sedangkan Perkembangan motorik dibagi menjadi motorik kasar, yaitu gerakan fisik yang memerlukan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Motorik Halus berkaitan dengan perkembangan fleksibilitas tangan dan jari jemari untuk melakukan aktivitas seperti menyuapkan makanan ke mulut, menggambar, menulis, berpakaian, ataupun permainan yang membutuhkan koordinasi tangan, juga termasuk koordinasi otot-otot kecil di daerah oral, seperti lidah, bibir, dan otot pipi.

Perkembangan Kognitif dan Emosi, merupakan proses seseorang memperoleh pengetahuan tentang dunia, yang meliputi proses berpikir, belajar, menangkap, mengingat, dan memahami. Perkembangan kognitif adalah pertumbuhan dan perkembangan kapasitas intelektual. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam perkembangan kognitifnya adalah Lingkungan, dimana lingkungan yang penuh kasih dan cukup rangsangan kemungkinan besar akan meningkatkan taraf kecerdasan anak, lalu Kematangan, dimana perkembangan susunan saraf yang matang akan menjadikan fungsi-fungsi organ tubuh maupun indra lebih sempurna.

Pengaruh sosial, dimana hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, seperti pengasuhan, pendidikan akan memberikan pengaruh pada perkembangan kognitif anak. Perkembangan emosi dimulai sejak anak lahir hingga besar. Anak mengembangkan emosinya melalui pengalaman yang didapat dengan berinteraksi dengan orang di sekitar dan lingkungannya. Reaksi emosi itu antara lain: Takut, Cemas, Marah, Cemburu, Iri hati, Sedih, Sayang, dan Gembira.

Perkembangan kemampuan berbahasa adalah kemampuan seseorang untuk mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya, bahkan yang abstrak dan kompleks sekalipun, melalui rangkaian kata bermakna sehingga dapat dipahami oleh lingkungannya. Kemampuan ini sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Oleh karena itu sering-seringlah mengajak anak berbicara agar kemampuan bahasanya berkembang. Dengan menguasai bahasa, anak mengerti aturan berkomunikasi yang akan berguna sampai dewasa, termasuk tata cara dan sopan santun berbahasa.

Perkembangan sosial, perkembangan ini menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dan mengembangkan tingkah laku sosialnya agar dapat bersosialisasi dengan baik. Perkembangan ini mencakup empat hal, yaitu: kemampuan Interpersonal, yang merupakan keterampilan yang digunakan dalam interaksi sosial, seperti bersahabat, menolong, menerima dan memberi pujian, lalu kemampuan untuk diterima teman sebaya, keterampilan mengatur diri sendiri dalam situasi sosial, serta keterampilan berkomunikasi untuk menjalin hubungan baik dengan menjadi pendengar yang responsif, memberi perhatian, dan lainnya. Sejak umur setahun, orang tua dapat mengajarkan pada anak keterampilan sosial dengan cara memberikan contoh langsung, seperti mengucapkan terima kasih, meminta tolong, mengantre, mengucapkan permisi, berbagi, serta belajar untuk meminta maaf.

Orang tua sangat dihrapkan memiliki dasar pengetahuan agar dapat mendeteksi jika ada masalah dalam tumbuh kembang anak, caranya bisa dengan mencocokkan perkembangan yang sudah dicapai si anak dengan tugas-tugas perkembangan yang harusnya sudah dikuasainya. Pengetahuan itu juga memungkinkan si anak mendapatkan stimulasi perkembangan secara optimal.

Orang tua harus mengkonsultasikan kepada ahlinya jika sang anak mengalami gangguan. Umumnya bila anak mengalami keluhan fisik (pertumbuhan), orangtua perlu mendatangi dokter terlebih dahulu (dokter anak atau dokter umum), jika keluhannya psikologis (perkembangan), seperti tidak bisa diam, perhatiannya kurang, atau tidak bisa bermain dengan anak sebayanya, maka orang tua perlu mendatangi psikolog. Kadang kala faktor fisik dan psikologis ini juga saling mempengaruhi. Karena itu orang tua bisa mendapatkan penjelasan dan mengetahui langkah lebih lanjut dari ahlinya. Dengan memperhatikan dan memberikan stimulasi yang tepat pada tumbuh kembang anak, maka anak diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan normal.

Kesimpulan

Anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil, melainkan manusia yang oleh karena kondisinya belum mencapai taraf pertumbuhan dan perkembangan yang matang, maka segala sesuatunya berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua. Periode  penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa  balita. 

Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa balita  ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Dengan memperhatikan dan memberikan stimulasi yang tepat pada tumbuh kembang anak, maka anak diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan normal. (Dari berbagai sumber) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar