Rabu, 07 November 2012

Retribusi Pasar Naik 100 % Pedagang Pasar Aekkanopan Enggan Bayar


Aekkanopan, (Berita Rakyat)
Keluhan pedagang pasar Aekkanopan, Kecamatan Kualuhhulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) atas naiknya harga retribusi pasar mencapai 100 % menjadi dilema yang mengakibatkan banyak pedagang enggan membayar retribusi.

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan retribusi itu dinilai tidak sesuai dengan kondisi para pedagang yang ada di pasar Aekkanopan. Kebijakan dinas ini sendiri terkesan hanya sepihak tanpa melalui musyawarah sebelumnya dengan para pedagang, sehingga para pedagang banyak yang merasa keberatan untuk membayar retribusi ke Dinas Pasar.

Rp. 700 Juta Dana BOS di Labura Akan Tersedot Untuk Tagihan Koran

Aekkanopan, (Berita Rakyat)

Diperkirakan, per triwulan, sebanyak Rp. 200 Juta Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Labuhanbatu Utara, telah dipergunakan untuk membayar rekening tagihan Surat Kabar, yakni sebuah surat kabar mingguan terbitan lokal (Lintassatu) dan sebuah surat kabar dwi mingguan terbitan Jakarta (Media Sekolah).

Hal ini terungkap dari banyaknya kepala sekolah di daerah ini yang mengeluh karena merasa sangat terbebani dengan besarnya jumlah rupiah yang harus dikeluarkannya dari total dana BOS yang diterima oleh sekolah yang dipimpinnya hanya untuk membayar rekening tagihan dua (2) surat kabar yang terbilang sangat mahal itu, bila ditinjau dari jadwal terbitnya.

“SIM Obat Nyamuk” Merajalela di Aekkanopan


Aekkanopan, (Berita Rakyat)

Aneh bin ajaib, masyarakat pemilik dan pengguna sepeda motor di Kecamatan Kualuhhulu dan Kualuh Selatan yang merupakan wilayah hukum Polsek Kualuhhulu, meski tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), dapat dengan bebas dan leluasa berkendara di jalan raya.

Meski pun saat dijalan raya, polisi sedang melakukan razia penertiban surat-surat dan kelengkapan kendaraan bermotor, banyak masyarakat yang sebenarnya tidak memiliki SIM, tanpa sungkan-sungkan melintas dari depan polisi yang sedang menggelar razia.

Selasa, 06 November 2012

Bansos Bedah Rumah di 3 Kecamatan Labura Terancam Gagal


Aekkanopan, (Berita Rakyat)
Program Bantuan Sosial (Bansos) bedah rumah yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Labuhanbatu Utara di 3 Kecamatan yaitu, Kecamatan Aek Kuo, NA IX-X dan Marbau terancam gagal.

Pasalnya, rumah dari 3 Kecamatan tersebut berjumlah 18 rumah dengan pagu anggaran masing-masing sebesar Rp 18.800.000,- yang sebelumnya sudah diusulkan oleh pihak Kecamatan untuk dibedah pada Tahun Anggaran (TA) 2012 ini, sampai sekarang masih belum dikerjakan.

Senin, 05 November 2012

Pemkab Labura Dukung Sepenuhnya Program HTR dan HKM

 Aekkanopan, (Berita Rakyat)
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), sepenuhnya mendukung terlaksananya Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Hutan Kemasyarakatan (HKM) yang merupakan program pemerintah pusat dibawah naungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Dukungan penuh ini diutarakan oleh Bupati Labura Kharuddinsyah Sitorus, SE melalui Wakil Bupati Minan Pasaribu, MM yang menerima kedatangan Tim Berita Rakyat untuk melakukan wawancara di ruangan kerjanya.

Sabtu, 04 Agustus 2012

PK 5 Pohon Sono Akan Digusur


Aekkanopan, (Berita Rakyat)


Jika dua bulan lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labura yang membuat resah dan gelisah para Pedagang Kaki Lima (PK 5), kali ini, kepolisian pun tidak mau ketinggalan untuk menambah keresahan para PK 5 tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya surat Kapolsek Kualuhhulu No : B/228/III/2012, yang ditujukan kepada PK 5 yang berjualan dibawah Pohon Sono, persis di lokasi Pos Jaga dan Pangatur Lalulintas Polsek Kualuh Hulu, Aekkanopan. Dalam surat bertanggal 31 Maret 2012 itu, Polsek Kualuhhulu, dengan meneruskan perintah Kapolres Labuhanbatu, meminta agar para PK 5 tersebut segera membongkar lapak atau kiso tempat jualannya, dan menghentikan segala aktivitas berjualan ditanah yang merupakan milik Polri  tersebut. Disebutkan juga, untuk melakukan pembongkaran lapak atau bangunan kios tempatnya berjualan, para PK 5 ini hanya diberi batas waktu hingga tanggal 2 April 2012.

Rabu, 18 Juli 2012

Investigasi Kehutanan

Bersama Tim Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Labuhanbatu Utara, meninjau lokasi terjadinya pembalakan areal kawasan hutan di Dusun Bangun Desa Kuala Beringin Kecamatan Kualuhulu.